WHAT’S HOT NOW

ads header

Business

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Featured Post

Pendaftaran Pesta Siaga

  Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk Pramuka yang memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, ta...

Cari Blog Ini

Unordered List

Life & style

Games

Sports

POLISI SAHABAT ANAK




KERJASAMA 
POLSEK DUKUN
SDN BANYUBIRU 1






Hari Jumat, 28 Agustus 2015, terlihat sesuatu yang berbeda di SD Negeri Banyubiru Kecamatan Dukun. Tampak seorang bapak berseragam Polri berdiri di depan kelas. Ya, pada waktu itu memang SD Negeri Banyubiru 1 sedang ada acara penyuluhan untuk siswa dalam rangka program “Polisi Sahabat Anak”. Sebagai pembicara utama adalah Bapak Aiptu Nur Habib dari Polsek Dukun. Tampak semua siswa antusias memperhatikan materi dari bapak Polisi.
Adapun beberapa pesan dari beliau adalah sebagai berikut:

  1. Hindari penyalahgunaan rokok, miras, dan narkoba.
  2. Mercon/petasan berbahaya, beresiko besar.
  3. Membuat/menyalakan mercon diancam dengan hukuman kurungan/denda.
  4. Mengambil barang milik orang lain tanpa ijin/mencuri/memalak/mengompas, adalah perbuatan melanggar hukum, dapat diancam dengan hukuman kurungan/denda.
  5.  Perbuatan yang mengarah pelecehan seksual, sekecil apapun, adalah perbuatan melanggar hukum.
  6. Tidak boleh mengemudikan kendaraan bermotor bagi anak di bawah 17 tahun.
  7. Anak-anak yang mengendarai kendaraan bermotor dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
  8. Kendaraan bermotor layak dikendarai jika:
  1. surat-surat kendaraan lengkap.
  2. Kendaraan memenuhi standar keamanan (spion, lampu, knalpot, roda).
  3. Pengendara mematuhi peraturan lantas dan memakai helm berstandar nasional.
 
Harapan Bapak Aiptu Nur Habib, kegiatan yang digelar 3 bulan sekali ini diharapkan dapat menetralisir dan meminimalisir sejak dini kenakalan remaja sehingga tercapai tujuan bersama, yaitu menjadi generasi Indonesia yang cerdas, mandiri, religius, dan berbudi pekerti luhur! .


“Prestasi yess, rokok no, narkoba no!”

Puisi Anak

Tanah Airku Indonesia

Mentari pagi bersinar terang
Angin berhembus sangat sejuk
Daratan yang luas dan hijau
Inilah Indonesiaku
            Gunung yang tinggi menjulang
Sawah ladang yang hijau
Rakyatnya (seharusnya) makmur
Indahnya tanah airku
Indonesiaku
Aku bangga denganmu
Tanah airku
Banyubiru, Agustus 2015
(Siti Farichah Nurkholisoh)

Puisi Anak

Bangsaku Merdekalah

Langit bumi pertiwi ini mulai terasa tua
Tapi tetesan darimu di muka ini
Rasanya belum cukup kami tebus
            Merah darah yang telah kau tumpah
            Putih tulang yang telah kau korbankan
            Sepertinya belum benar-benar berkibar di negeri impianmu
Portugis...
Inggris...
Belanda...
Jepang...
Sekutu...
Tak pernah membuatmu gentar
Tapi korupsi
Kolusi
Nepotisme
Terorisme
Membuat kami takut berdiri
Di negeri kami sendiri


Banyubiru, Agustus 2015
(Dinda Amelia Azzahra)

Puisi Anak

Pahlawanku

Pahlawanku....
Kau setiap hari berperang
Kau setiap hari bertaruh nyawa
Kau telah menyelamatkan bangsa Indonesia
            Pahlawanku....
            Terima kasih pahlawanku
            Ku akan slalu mengenang jasamu
Kan kulindungi rakyat ini
Kan kujaga bangsa ini

Banyubiru, 
Agustus 2015
(Ave Aulia Humanisti)

Puisi Anak

Sang Merah Putih

Oh, Merah Putihku
Kau berkibar di awan yang biru
Warnamu adalah jiwaku
            Sang Merah Putih
            Kaulah benderaku
Berkibarlah selamanya
Di hatiku
Dulu
kau didatangi
Banyak penjajah
Berperang demi negri ini
Masa demi masa
Kau didatangi
Banyak penjajah
Tanah airku
Tanah tumpah darahku
Di sinilah aku dilahirkan
Sang Merah Putih
Berkibarlah selamanya

Banyubiru, Agustus 2015
(Rudi Chairul Dudin)

APA 800 000 GURU MAU DIAM SAJA? KEBIJAKAN MENTERI YANG MENYUSAHKAN GURU BERTENTANGAN DENGAN UNDANG UNDANG GURU DAN DOSEN

JAKARTA - Kebijakan baru Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mewajibkab guru meneliti dan menulis karya ilmiah sebagai bagian kenaikan pangkat atau golongan karir guru, diprotes Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistiyo.

"Saya merasa prihatin. Pasti akan semakin banyak guru stress. Jadi, kebijakan itu harus dikoreksi, diluruskan, dan diperbaiki," ucap Sulistyo di Jakarta, kemarin.
Dia mengatakan, jika kebijakan itu benar diberlakukan, maka lebih dari 800 ribu orang guru dan pengawas tidak dapat naik pangkat karena kewajiban itu. PGRI sangat mendukung upaya peningkatan profesionalitas guru.
Menurutnya, menjadikan penelitian dan menulis karya ilmiah sebagai bahan untuk naik pangkat dan sebagai pemberian tunjangan profesi guru sangat tidak relevan.
"Sungguh kebijakan yang keliru, menyengsarakan guru, dan dapat berdampak pada gagalnya pelaksanaan tugas utama guru," ujar dia. Selain itu, Sulistyo menuturkan, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Hal itu diperjelas dalam Undang-Undang (UU) Guru dan Dosen Nomer 14 Tahun 2015 dalam pasal 1 ayat (1). Jadi, guru berbeda dengan dosen. Meskipun sama-sama termasuk tenaga pendidik.
"Peran sebagai seorang guru bukan peneliti dan bukan juga ilmuwan. Kalau pun guru harus juga melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah, maka kegiatan itu tidak boleh menjadi kewajiban yang menghambat nasib guru jika dia sudah melaksanakan tugas pokoknya dengan baik," paparnya.
Kegiatan publikasi ilmiah baik meneliti dan menulis karya ilmiah beserta varian lainnya, seharusnya hanya dijadikan sebagai pendukung untuk meningkatkan mutu profesionalitasnya.
Berbeda dengan dosen yang merupakan pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Hal itu sesuai dengan UU Guru dan Dosen No 14 / 2005 dalam Pasal 1 Ayat (2). "Nah, itu jelas. Bahwa dosen adalah ilmuwan yang harus meneliti. Kalau dia tidak meneliti tidak boleh naik pangkat," jelasnya.
Sebab seorang dosen disiapkan untuk bisa meneliti dan menulis karya ilmiah, yang dibiayai. Ketika naik pangkat pun memperoleh kenaikan tunjangan fungsional yang cukup besar. Sementara guru tidak ada.
Sebelumnya, Perwakilan Pusat Pengembangan Program Profesi Pendidik Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Pusbangprodik Ditjen GTK Kemendikbud, Hari Amirullah menyatakan, penulisan karya ilmiah merupakan syarat wajib bagi guru dalam jabatan profesi. Hal tersebut sesuai dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PerMenPAN-RB) No. 16 / 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
"Penulisan karya ilmiah merupakan syarat wajib dari unsur dan sub unsur kegiatan guru yang dinilai angka kreditnya. Dimana dalam penulisan karya ilmiah bagian dari kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan profesi guru pada jenis publikasi ilmiah," tegas dia. (sic/jpnn)

sumber: PB PGRI

AGAR ANAK RAJIN SHOLAT

Assalamu’alaikum, Ayah Bunda yang selalu disayang Allah, semoga kita dan keluarga selalu sehat dan dihimpun dalam kebaikan hingga JannahNya ya…. Aamiin. Alhamdulillah kita bisa bersilaturrahim kembali setelah kemarin kita membahas bersama tentang anak manja dan Tips Jitu agar anak rajin belajar, sekarang kita akan bersama-sama membahas bagaimana cara agar anak kita rajin sholat. Anak adalah amal jariah kita, ketika ketika meninggal anak yang sholeh adalah satu dari tiga amal yang takan pernah putus hingga yaumul akhir.
Sholat adalah ibadah yang harus kita kerjakan dalam kondisi apapun, kecuali karena ada alasan yang kuat, jadi walaupun sakit, dalam perjalanan harus kita laksanakan. Kenapa begitu? Karena ada beberapa alasan kuat yaitu : sholat adalah tiang agama, sholat adalah ibadah yang pertama kali akan dihisab di akherat kelak, sholat dapat mencegah sesorang dari perbuatan keji dan munkar..
Ayah Bunda yang dirahmati Alloh, betapa rindu dan bahagianya ya jika kita memiliki anak-anak yang rajin sholat, sholatnya selalu tepat waktu, khusyu, sholatnya selalu berjama’ah dan anak-anak laki-laki kita bersama suami kita selalu sholat berjama’ah di masjid. Subhanalloh, anugrah yang luar biasa….
Masalahnya bagaimana agar angan-angan kita di atas itu tidak seperti mimpi disiang bolong, tapi bisa terwujud menjadi kenyataan? Pada kesempatan ini kita akan membahas bersama 5 Tips agar anak kita rajin sholat. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi kita bersama.
5 Tips tersebut adalah sbb:
1. Contoh atau keteladanan. (Al-Qudwah)
Ayah Bunda, contoh atau keteladanan dari kita sebagai orang tua dan Guru sangatlah penting. Karena kita adalah cermin hidup bagi anak-anak kita. Oleh sebab itu jangan sampai kita menyuruh anak kita sholat tapi kita masih asyik di depan TV, atau menyuruh anak kita sholat ke masjid tetapi kita masih sibuk dengan HP atau BB kita atau tugas-tugas lain yang menjadi rutinitas kita. Ingat, apa yang kita lakukan dilihat dan direkam oleh anak-anak kita lho….
2. Nasehat penuh Cinta (Al-Mau’idzah)
Ayah Bunda yang baik, ketika kita sudah memberi contoh dan keteladanan untuk anak-anak kita, jangan lupa iringi dengan nasehat dan arahan yang Islami ketika anak kita lupa sholat, atau menunda, atau sholatnya terburu-buru, habis sholat lantas jalan tanpa diikuti dzikir dan doa terlebih dahulu. Dan ingat! Nasehat jangan di tunda menunggu nanti pas makan malam bersama, atau pas menjelang tidur, khawatir anak kita keburu lupa. Nasehat sebaiknya disampaikan saat itu juga ketika kita melihat anak melakukan kesalahan. Karena kesalahan-kesalahan yang didiamkan bisa menjadi kebiasaan karena anak merasa itu bukan sebuah kesalahan, dan yang lebih parah lagi apabila kesalahan-kesalahan itu akhirnya menjadi penyakit hati.Na’udzubillahimindzalik.
3. Pembiasaan / pengkondisian (Al-‘Aadah)
Ada pepatah mengatakan ala bisa karena biasa. Ayah Bunda yang Sholih dan sholihah, Insya Alloh ketika keteladanan dan nasehat sudah kita lakukan jangan lupa pembiasaan agar semua kebaikan dan sifat-sifat terpuji yang sudah kita tanamkan, khususnya sholat ini menjadi kewajiban rutin bahkan kebutuhan yang harus dipenuhi. Caranya bisa dengan bersegera mengambil air wudhu ketika adzan terdengar, hentikan semua aktivitas dan kerjaan, matikan televisi, terus sholatnya selalu berjama’ah, yang laki-laki sholat berjama’ah di masjid. Yang wanita sholat berjama’ah bersama kita para Bunda di rumah. Dan jika semua hal baik yang sudah kita tanamkan lalu kita laksanakan secara kontinyu maka lama-lama akan menjadi suatu pembiasaan / pengkondisian yang baik yang islami sesuai syariat.
4. Kontrol yang terus menerus ( Al-Mulahadzah)
Ayah Bunda yang rindu memiliki anak yang sholih dan sholihah, Kontrol dan pengawasan yang cermat perlu kita lakukan agar keteladanan yang kita tunjukkan , nasehat yang rutin kita sampaikan serta pembiasaan yang sudah kita tanamkan efektif maka kita perlu mengontrol secara terus menerus tanpa henti, sehingga ketika anak mulai mengendur kita bisa sharring atau discuss dengan buah hati kita, kenapa kok kurang semangat sedangkan biasanya rajin, ada masalah atau kendala apa, apa ada yang bisa Bunda bantu, dllagar kita bisa evaluasi dan memotivasi serta memberi penguatan kembali.
5. Hukuman yang mendidik ( Al-‘Uqubah)
Dan jika keempat langkah di atas sudah kita lakukan Ayah dan Bunda….., ternyata anak masih melakukan pelanggaran diantaranya sholat sambil bercanda, tidak khusyu dan tidak mau berjam’ah dengan alasan lelah dan capek maka barulah langkah terakhir kita antisipasi yaitu dengan memberikan hukuman yang berdampak menimbulkan efek jera dan bertujuan mendidik atau bersifat konstruktif. Miisalnya : jika sholat Subuh kesiangan tidak mendapat uang jajan, ketika sholat bercanda harus di ulang lagi sholatnya, sholat terburu-buru apalagi mendahului imam berarti baca istighfar 50 x sesudah sholat, lupa sholat atau meninggalkan sholat karena asyik bermain maka selama satu pekan atau Sabtu & Minggu tidak boleh main games lagi.
Semoga informasi di atas bermanfaat ya Ayah Bunda.