WHAT’S HOT NOW

ads header

Business

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Featured Post

Pendaftaran Pesta Siaga

  Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk Pramuka yang memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, ta...

Cari Blog Ini

Unordered List

Life & style

Games

Sports

Pramuka Penggalang Kunjungi Merapi Banjir Jip 2019


(Banyubiru, 19/10/2019)_Dalam rangka ikut memeriahkan peringatan HUT ke-74 TNI  dan HUT ke-69 Kodam Diponegoro, Pramuka Penggalang SDN Banyubiru 1 mengunjungi even Merapi Banjir Jip pada hari Sabtu, 19 Oktober 2019 di Lapangan Garonan, Banyubiru, Kecamatan Dukun.


Sebanyak dua regu putra dan dua regu putri mengikuti kegiatan ini. Dengan target SKU  Penggalang Ramu "dapat   menyebutkan  dan menjelaskan manfaat   sedikitnya 2 jenis alat teknologi informasi modern", para pramuka penggalang praktek langsung menggunakan smartphone untuk melakukan pengukuran waktu dan jarak  perjalanan dari sekolah sampai lapangan.

Di lapangan, peserta didik mengamati praktek  donor darah yang dilakukan oleh korp TNI maupun masyarakat umum, menikmati live music dari panggung utama, serta melihat berbagai kendaraan TNI dan bermacam model jip.

Selain itu sesuai dengan target SKU "dapat  menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar", para pramuka penggalang melakukan wawancara langsung dengan para prajurit TNI yang ada di Lapangan Garonan kemudian menuliskannya dalam bentuk laporan sesuai kaidah bahasa Indonesia.



Tidak lupa para Pramuka Penggalang mendapat materi pendidikan bela negara, langsung dari para prajurit TNI sebagai penjaga kedaulatan NKRI.



Selamat dan sukses, Merapi Banjir Jip 2019!
Dirgahayu TNI!
Dirgahayu Kodam Diponegoro!
Salam Pramuka!




SDN Banyubiru 1 Ikuti Upacara Pembukaan TMMD

Bersama para prajurit TNI, Polri, para pejabat pemerintahan, perangkat desa, mahasiswa, dan peserta yang lain, pada hari Rabu, 2 Oktober 2019, siswa SDN Banyubiru 1 mengikuti upacara pembukaan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III tahun 2019 di Lapangan Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Kegiatan upacara pembukaan TMMD dengan judul "Melalui TMMD Kita Wujudkan Percepatan Pembangunan untuk Kesejahteraan Rakyat" ini dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Magelang, Bapak Edi Cahyana. 

Program TMMD merupakan bagian dari kegiatan untuk merawat dan mengikat kebersamaan dan kegotongroyongan untuk mengatasi persoalan-persoalan bersama seperti kemiskinan dan pengangguran, mewujudkan daulat pangan dan energi, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara baik, memberantas penyalahgunaan narkoba, memperkuat nasionalisme dan patriotisme. Semua harus bersinergi berkerja bersama rakyat untuk menyelesaikan persoalan persoalan tersebut jangan hanya mengandalkan peran pemerintah pusat, TNI atau Polri atau pemerintah daerah saja. 

Perwira Koordinator TNI Manunggal Desa Sengkuyung Tahap III, Danramil 15 Dukun Kodim 0705 Magelang Kapten Kav Winarto menjelaskan rencana kegiatan ini akan dilaksanakan tanggal 2 sampai 31 Oktober 2019 di Desa Banyubiru Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang dengan sasaran pembangunan fisik cor blok jalan sepanjang 1.000 meter, lebar 2 meter dan tebal 0,1 meter serta kegiatan non fisik peyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, kebijakan pemerintah daerah dalam pembangunan desa dan penyuluhan kamtibmas dan penyalahgunaan narkoba. 

Kegiatan fisik TMMD ini bermanfaat untuk memperlancar arus transportasi, meningkatkan ekonomi masyarakat serta meningkatkan jiwa kegotongroyongan masyarakat dan meningkatkan kemanunggalan TNI bersama rakyat. Sementara manfaat kegiatan non fisik meningkatkan kesadaran bela negara dan cinta tanah air bagi masyarakat, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya pembangunan desa dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

BANYUBIRU 1 BORONG JUARA MAPSI 2019 TINGKAT SD SEKECAMATAN DUKUN

Bertepatan dengan peringatan hari Batik Nasional, 2 Oktober 2019, diadakan Lomba Mapsi SD negeri dan swasta se-Kecamatan Dukun. Kegiatan yang diadakan oleh KKG SD Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam se-Kecamatan Dukun dengan mengambil tempat di SD Negeri Banyudono 4 ini, dibuka secara resmi oleh Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Dukun. Dalam sambutannya Ibu Dra. Hj. Pranti Malisah berpesan agar semua siswa menjadi generasi unggul yang berkarakter kuat, serta hormat kepada orang tua dan guru. 



Walau dengan waktu terbatas untuk berlatih  dan mempersiapkan diri karena menunggu selesainya Penilaian Tengah Semester 1, ternyata hasil yang dicapai siswa SDN Banyubiru 1 tetap membanggakan. 

Alhamdulillahi robbil'alamin, atas ijin dari Allah Yang Maha Kuasa, tim Mapsi SDN Banyubiru 1 berhasil mencatatkan 9 juara di beberapa cabang lomba, antara lain: 


A. Juara 1:
1. Laila, Cabang Kaligrafi Putri
2. Azka, Cabang Hifdzil Quran Putra)*

B. Juara 2:
1. Fahruq, Cabang Khot Putra
2. Danuell, Cabang Pesholatan Putra
3. Fawwas, Cabang Kaligrafi Putra
4. Muzaki, Cabang Khitobah Putra

C. Juara 3:
1. Daniell, Cabang Tilawatil Quran Putra)*
2. Nadya, Cabang Khot Putri
3. Alya, Cabang Khitobah Putri

Dewan Guru SDN Banyubiru 1 mengucapkan terima kasih atas dukungan dari keluarga besar SDN Banyubiru 1, baik siswa, orang tua, komite, perangkat desa maupun guru T. Semoga prestasi siswa dapat bermanfaat untuk semua.

)* Pemenang Hifdzil dan Tilawatil Quran masih  difinalkan lagi pada hari Sabtu, 6 Oktober 2019 dan hasilnya tetap sama.

Arsip Piagam Mapsi 2019

Game X-Sat, Sebuah Game Perkalian Sederhana


Kita tak dapat membendung laju teknologi informasi, salah satunya perkembangan gawai. Dengan banyaknya merek HP dengan berbagai keunggulan fiturnya, menjadikan perangkat ini semakin kompetitif dalam teknologi maupun harganya. Dampak yang kita rasakan adalah harganya semakin terjangkau sehingga memungkinkan semua orang memilikinya, termasuk anak dan siswa kita.
Muncul persoalan baru, seperti ucapan: Anak kok  main HP terus, kapan belajarnya?
Apalagi banyaknya game yang dapat dipasang di HP, semakin membuat anak lupa pada kewajibannya.

Fenomena ini tak harus membuat kita membuang HP mereka ke kolam, meremukkannya  ataupunmenghentikan total penggunan HP pada mereka. Janganlah kita hanya memandang produk teknologi informasi hanyasebagai ancaman, pembuat kebodohan, kemalasan, merusak kesehatan mata atau mengakibatkan kejang-kejang pada anak, tetapi kita cari peluang yang menguntungkan. Game yang ada di gawai itu sebenarnya tidak semata-mata merugikan. Apabila kita mau fokus melihat sisi positifnya, orangtua atau guru bisa mengambil manfaat dari game (tentu saja waktu penggunaannya tetap harus dibatasi/dibagi-bagi dengan waktu untuk bersosialisasi dengan teman, membantu orang tua, mengaji/memperdalam ilmu agama, dll).

Kita juga dapat mengambil sisi positif dari massifnya penggunaan HP, misalnya menggunakan grup media sosial untuk diskusi tentang tugas dan pembelajaran ataupun mengalihkan waktu mereka dari nge-game yang banyak menyita waktu menjadi nge-game yang mengarah ke pembelajaran.

Kita sebagai orang tua ataupun guru harus mampu mengarahkan anak atau siswa kita, bukan hanya mengomeli dan melihat sisi buruk dari games atau produk teknologi. Jika mereka suka nge-game, maka kita dapat mengarahkan mereka untuk bermain game yang bermanfaat, misalnya tentang gameyang mengarah ke pembelajaran, baik yang sudah tersedia di penyedia gamemaupun kita dapat membuat sendiri.

Dengan berbekal power point ataupun aplikasi lain, kita dapat membuat game sederhana sesuai kemampuan kita. Tentunya dengan banyak mencoba, trial & error. Setelah game kita  jadi maka dapat kita rubah formatnya menjadi APK. Biasanya game dapat ditanam di HP android jika sudah berbentuk APK. Berikut ada contoh game sederhana buatan kami yang dapat dipasang di HP android. Game  ini kami beri nama X- Sat (=KaliSat, akronim dari Perkalian Satuan) sebuah edugame perkalian sederhana, berbasis android, 100% free tanpa iklan, tinggal unduh & pasang.




Kekurangan tentu masih banyak, karena masih dalam tahap belajar. Kritik dan saran dapat disampaikan ke Sarindi di SDN Banyubiru 1.
Prinsip kami, walaupun sederhana minimal kita kurangi dampak negatif teknologi dengan cara memanfaatkan teknologi, bukan dengan melawan teknologi karena kita tak mungkin melawan lajunya arus teknologi.

Silahkan dimanfaatkan dengan bijak.
Unduh lewat drive: Game X-Sat

Sedekah Oksigen dengan Tanam Tumbuhan

  1. Apakah semua makhluk hidup itu membutuhkan oksigen?
  2. Apa yang harus kita lakukan supaya ketersediaan oksigen terjaga?
  3. Bagaimana tanggung jawab kita dalam menjaga ketersediaan oksigen?
Bersama Kita Ceria
Pertanyaan di atas tidaklah cukup dijawab dengan penjelasan serta kalimat retorika yang indah. Praktek langsung di lingkungan merupakan salah satu solusi untuk menanamkan semangat cinta lingkungan kepada siswa sekolah dasar. Di dalam buku pelajaran dijelaskan bahwa semua makhluk memerlukan udara segar untuk bernafas. Dalam proses bernafas, tentu membutuhkan oksigen. 



Menyiapkan Lahan

Seperti kata Bapak Wiratno, pecinta lingkungan yang merupakan guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti di SDN Banyubiru 1, "Oksigen merupakan karunia Tuhan yang diberikan kepada manusia dan seluruh makhluknya tanpa terkecuali, secara gratis, sesuai dengan sifat Ar-Rohman dan Ar-Rohim-nya Sang Maha Pencipta." 




Sebagai bentuk tanda syukur kita atas karunia tersebut, maka kita perlu berusaha agar oksigen tetap tersedia di bumi Indonesia ini. Karena makhluk hidup yang dapat memproduksi oksigen hanyalah tumbuhan, maka kita juga harus menanam dan merawat tumbuhan. 

Menanam bersama
Menanam tumbuhan dapat dilakukan dengan biaya, mapun tanpa biaya. Untuk melatih siswa peduli lingkungan dengan biaya sehemat-hematnya, maka siswa kelas V diajak memanfaatkan lahan yang masih kosong untuk ditanami tumbuhan. Masing-masing siswa dan guru cukup membawa tumbuhan dari rumah masing-masing, kemudian setelah jam pelajaran berakhir, siswa bersama guru menanam tumbuhan bersama-sama. 

"Jika tumbuhan yang kita tanam dapat hidup, tumbuh dan menghasilkan oksigen, maka kita secara tidak sadar telah bersedekah oksigen kepada manusia dan makhuk hidup lain," pesan Pak Sarindi kepada siswa kelas V.



FLS2N 2019 Kecamatan Dukun, Semua Peserta dari SDN Banyubiru 1 Menjadi Juara

Tim FLS2N 2019 Banyubiru 1
Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SD bertujuan untuk memberikan wadah berkreasi dengan menampilkan karya kreatif dan inovatif siswa Sekolah Dasar dengan mengedepankan sportivitas dalam pengembangan diri secara optimal sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kreativitas dan memotivasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan sesuai minat, bakat, dan kemampuannya. Dengan kegiatan ini para praktisi pendidikan diharapkan dapat terpelihara semangat dan komitmennya untuk selalu berupaya mengembangkan proses pendidikan melalui seni dan budaya.
Tim SD Negeri Banyubiru 1 tetap menorehkan prestasi membanggakan di antara Sekolah Dasar negeri dan swasta di wilayah Kecamatan Dukun. Dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional yang diselenggarakan di kompleks SDN Banyubiru pada hari Sabtu, 9 Maret 2019, dilombakan 6 cabang antara lain:
1. Pantomim
2. Pianika
3. Menyanyi Tunggal
4. Kriya Anyam
5. Gambar Bercerita
6. Seni Tari

Walaupun dengan waktu singkat untuk mempersiapkan diri karena jadwal yang diajukan, SDN Banyubiru 1 yang mengirim peserta di 5 cabang, berhasil masuk kejuaraan semua.
Berikut peserta dari SDN Banyubiru 1:
1.    Galih; siswa kelas 4,    Juara 2    Pantomim
2.    Melinda; siswa kelas 5    Juara 3    Pianika
3.    Alya; siswa kelas 5,    Juara 2    Menyanyi Tunggal
4.    Arfa; siswa kelas 5, Juara 2    Kriya Anyam
5.    Azka; siswa kelas 5,    Juara 2    Gambar Bercerita

Semoga bermanfaat serta menjadi motivasi dan inspirasi bagi keluarga SDN Banyubiru 1.


Tahun 2019, Banyubiru 1 Kembali Juara OGN SD Kabupaten Magelang

Untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya kompetensi profesional dan pedagogik guru SD
SMA N 1 Muntilan
dan SMP melalui ajang lomba yang kompetitif, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang menyelenggarakan Seleksi Olimpiade Guru Nasional Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2019 sesuai ketentuan dari Kesharlindung Dikdas Kemdikbud Republik Indonesia. Lomba yang diselenggarakan di SMA Negeri 1 Muntilan pada hari Sabtu, 23 Februari 2019 ini diikuti guru SD dan SMP yang berasal dari 21 kecamatan di wilayah Kabupaten Magelang. 
Dalam even ini diselenggarakan beberapa bidang lomba antara lain Mata Pelajaran Tematik SD diikuti 63 guru SD dan Mata Pelajaran Matematika SD juga diikuti 63 guru SD dari 21 kecamatan.
Selain itu juga Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris,  IPS Matematika, serta IPA bagi guru SMP dari setiap SMP di Kabupaten Magelang. 
Pengumuman pemenang dilaksanakan pada tanggal 4 Maret 2019. Dalam pengumuman resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang ini, SDN Banyubiru 1 kembali mendapat peringkat 1 untuk mata pelajaran Tematik SD. Peringkat 1 berhak mengikuti mengikuti Seleksi OGN Tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Berikut daftar nama guru yang masuk pengumuman hasil seleksi OGN 2019:

Matematika SD
1. Yusni Usman Ningrum, S. Pd; SDN Sriwedari 2 Kec. Salaman
2. Mustofa Dwiantoro, S. Pd. SD; SDN Pagergunung Kec.Ngablak
3. Aprilia Suprihatin, S. Pd; SDN Sugihmas 2 Kec.Grabag

Tematik SD
1. Sarindi, S. Pd. SD; SDN Banyubiru 1  Kec.Dukun
2. Tri Purnawati, S. Pd; SDN Candimulyo 1 Kec. Candimulyo
3. Kharisma Wati, S. Pd; SDN Keningar 2 Kec. Dukun

IPA
1. Sutaryoto, S. Pd; SMP Islam Sarbini Grabag
2. Muh Baihaqi, S. P; SMP Muhammadiyah Salam
3. Binawati, S. Pd; SMPN 1 Ngablak

Matematika
1. Riyadi Ibnu Susanto, S. Si; SMPN 1 Secang
2. Fitriaji Sigit Pramunanto, S. Pd; SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring
3. Martini, S. Pd; SMPN 2 Candimulyo

IPS
1. Siti Zumrotul Islamiyah, S.Pd; SMPN 2 Mertoyudan
2. Tri Lestari, S. Pd; SMPN 1 Sawangan
3. Murtini, S. Pd; SMPN 3 Muntilan

Bahasa Inggris
1. Nuryahman, S. Pd; SMPN 2 Windusari
2. Ali Ahmad, S. Pd. Gr; SMP Ma'arif Bandongan
3. Nur Arifah, S. Pd; SMPN 2 Mungkid

Bahasa Indonesia
1. Maryono, S. Pd; SMPN 3 Sawangan
2. Tri Endah Elvianti, S. Pd; SMPN 2 Pakis
3. Nur Inarsih, S. Pd; SMPN 2 Bandongan