WHAT’S HOT NOW

ads header

Business

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Featured Post

Pendaftaran Pesta Siaga

  Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk Pramuka yang memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, ta...

Cari Blog Ini

Unordered List

Life & style

Games

Sports

AGAR ANAK RAJIN SHOLAT

Assalamu’alaikum, Ayah Bunda yang selalu disayang Allah, semoga kita dan keluarga selalu sehat dan dihimpun dalam kebaikan hingga JannahNya ya…. Aamiin. Alhamdulillah kita bisa bersilaturrahim kembali setelah kemarin kita membahas bersama tentang anak manja dan Tips Jitu agar anak rajin belajar, sekarang kita akan bersama-sama membahas bagaimana cara agar anak kita rajin sholat. Anak adalah amal jariah kita, ketika ketika meninggal anak yang sholeh adalah satu dari tiga amal yang takan pernah putus hingga yaumul akhir.
Sholat adalah ibadah yang harus kita kerjakan dalam kondisi apapun, kecuali karena ada alasan yang kuat, jadi walaupun sakit, dalam perjalanan harus kita laksanakan. Kenapa begitu? Karena ada beberapa alasan kuat yaitu : sholat adalah tiang agama, sholat adalah ibadah yang pertama kali akan dihisab di akherat kelak, sholat dapat mencegah sesorang dari perbuatan keji dan munkar..
Ayah Bunda yang dirahmati Alloh, betapa rindu dan bahagianya ya jika kita memiliki anak-anak yang rajin sholat, sholatnya selalu tepat waktu, khusyu, sholatnya selalu berjama’ah dan anak-anak laki-laki kita bersama suami kita selalu sholat berjama’ah di masjid. Subhanalloh, anugrah yang luar biasa….
Masalahnya bagaimana agar angan-angan kita di atas itu tidak seperti mimpi disiang bolong, tapi bisa terwujud menjadi kenyataan? Pada kesempatan ini kita akan membahas bersama 5 Tips agar anak kita rajin sholat. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi kita bersama.
5 Tips tersebut adalah sbb:
1. Contoh atau keteladanan. (Al-Qudwah)
Ayah Bunda, contoh atau keteladanan dari kita sebagai orang tua dan Guru sangatlah penting. Karena kita adalah cermin hidup bagi anak-anak kita. Oleh sebab itu jangan sampai kita menyuruh anak kita sholat tapi kita masih asyik di depan TV, atau menyuruh anak kita sholat ke masjid tetapi kita masih sibuk dengan HP atau BB kita atau tugas-tugas lain yang menjadi rutinitas kita. Ingat, apa yang kita lakukan dilihat dan direkam oleh anak-anak kita lho….
2. Nasehat penuh Cinta (Al-Mau’idzah)
Ayah Bunda yang baik, ketika kita sudah memberi contoh dan keteladanan untuk anak-anak kita, jangan lupa iringi dengan nasehat dan arahan yang Islami ketika anak kita lupa sholat, atau menunda, atau sholatnya terburu-buru, habis sholat lantas jalan tanpa diikuti dzikir dan doa terlebih dahulu. Dan ingat! Nasehat jangan di tunda menunggu nanti pas makan malam bersama, atau pas menjelang tidur, khawatir anak kita keburu lupa. Nasehat sebaiknya disampaikan saat itu juga ketika kita melihat anak melakukan kesalahan. Karena kesalahan-kesalahan yang didiamkan bisa menjadi kebiasaan karena anak merasa itu bukan sebuah kesalahan, dan yang lebih parah lagi apabila kesalahan-kesalahan itu akhirnya menjadi penyakit hati.Na’udzubillahimindzalik.
3. Pembiasaan / pengkondisian (Al-‘Aadah)
Ada pepatah mengatakan ala bisa karena biasa. Ayah Bunda yang Sholih dan sholihah, Insya Alloh ketika keteladanan dan nasehat sudah kita lakukan jangan lupa pembiasaan agar semua kebaikan dan sifat-sifat terpuji yang sudah kita tanamkan, khususnya sholat ini menjadi kewajiban rutin bahkan kebutuhan yang harus dipenuhi. Caranya bisa dengan bersegera mengambil air wudhu ketika adzan terdengar, hentikan semua aktivitas dan kerjaan, matikan televisi, terus sholatnya selalu berjama’ah, yang laki-laki sholat berjama’ah di masjid. Yang wanita sholat berjama’ah bersama kita para Bunda di rumah. Dan jika semua hal baik yang sudah kita tanamkan lalu kita laksanakan secara kontinyu maka lama-lama akan menjadi suatu pembiasaan / pengkondisian yang baik yang islami sesuai syariat.
4. Kontrol yang terus menerus ( Al-Mulahadzah)
Ayah Bunda yang rindu memiliki anak yang sholih dan sholihah, Kontrol dan pengawasan yang cermat perlu kita lakukan agar keteladanan yang kita tunjukkan , nasehat yang rutin kita sampaikan serta pembiasaan yang sudah kita tanamkan efektif maka kita perlu mengontrol secara terus menerus tanpa henti, sehingga ketika anak mulai mengendur kita bisa sharring atau discuss dengan buah hati kita, kenapa kok kurang semangat sedangkan biasanya rajin, ada masalah atau kendala apa, apa ada yang bisa Bunda bantu, dllagar kita bisa evaluasi dan memotivasi serta memberi penguatan kembali.
5. Hukuman yang mendidik ( Al-‘Uqubah)
Dan jika keempat langkah di atas sudah kita lakukan Ayah dan Bunda….., ternyata anak masih melakukan pelanggaran diantaranya sholat sambil bercanda, tidak khusyu dan tidak mau berjam’ah dengan alasan lelah dan capek maka barulah langkah terakhir kita antisipasi yaitu dengan memberikan hukuman yang berdampak menimbulkan efek jera dan bertujuan mendidik atau bersifat konstruktif. Miisalnya : jika sholat Subuh kesiangan tidak mendapat uang jajan, ketika sholat bercanda harus di ulang lagi sholatnya, sholat terburu-buru apalagi mendahului imam berarti baca istighfar 50 x sesudah sholat, lupa sholat atau meninggalkan sholat karena asyik bermain maka selama satu pekan atau Sabtu & Minggu tidak boleh main games lagi.
Semoga informasi di atas bermanfaat ya Ayah Bunda.

SELAMAT DATANG!

Ini adalah blog resmi SD Negeri Banyubiru 1.


Nama Sekolah : SD NEGERI BANYUBIRU 1
NSS : 101030806005
NPSN : 20307943
Nama Dusun : Banyubiru
Desa/Kelurahan : Banyubiru
Kode Pos : 56482
Kecamatan : Kec. Dukun
Kabupaten/Kota : Kab. Magelang
Propinsi : Prop. Jawa Tengah
Email : sdnbanyubiru1@gmail.com
Website : http://sdnbanyubiru1.blogspot.com/

Album Alumni SD Negeri Banyubiru 1 Tahun 2015

Maaf, Buku Album Alumni SD Negeri Banyubiru 1 Tahun 2015 sudah dibagi dalam bentuk cetak.

Tidak tersedia soft copynya.

Makna Lambang SD Negeri Banyubiru 1



1. Bentuk Dasar
Bunga teratai digambarkan dalam padma persegi lima, melambangkan Pancasila, dan warna kuning untuk menyatakan kejayaan/kesejahteraan.
SD Negeri Banyubiru 1 membekali peserta didik agar menjadi generasi muda yang taat dan patuh terhadap Pancasila dan UUD 1945, jujur serta mandiri agar dapat berperan dalam masyarakat menuju kehidupan yang makmur dan sejahtera.

2. Warna dasar biru merupakan warna netral yang melambangkan kedalaman jiwa, keteguhan jiwa, kewibawaan dan kemantapan langkah, dan warna ini berkesan tenang melambangkan pendidikan harus dijiwai kedalaman berpikir , berwibawa dan mantap terarah dalam setiap langkah dan geraknya.
SD Negeri Banyubiru 1 menyelenggarakan pendidikan untuk membentuk generasi cerdas dan karakter.

3. Tulisan SD Negeri Banyubiru 1 Kecamatan Dukun, berwarna putih.
Peserta didik bangga terhadap lembaga sekolah.
SD Negeri Banyubiru 1 membekali peserta didik dengan kejujuran dan keikhlasan.

4. Lingkaran Hijau
Melambangkan lingkungan yang religius (islamis) serta alam yang lestari.
SD Negeri Banyubiru 1 berlokasi di lingkungan religius, berkolaborasi dengan masyarakat membentuk generasi taat agama dan cinta/peduli lingkungan hidup.

5. Modifikasi logo “Indonesia Membaca”
SD Negeri Banyubiru 1 bercita-cita untuk mencerdaskan putra-putri bangsa Indonesia melalui budaya membaca. Membaca memang bukanlah segala-galanya, tapi segala-galanya berawal dari membaca , siapapun tokoh hebat di dunia ini pasti mereka memiliki satu kebiasaan yang sama yaitu membaca.
 Bahkan Ayat Al quran yang pertama kali turun pun adalah:"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan!)

6. Anak muslim-muslimah, melambangkan generasi religius, berakhaqul karimah.
SD Negeri Banyubiru 1 membekali peserta didik agar menjadi cerdas, mandiri, berbudi pekerti luhur.

7. Merah putih melambangkan bendera nasional Republik Indonesia.
SD Negeri Banyubiru 1 menanamkan semangat patriotisme dan nasionalisme, cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

8. Segitiga Biru
Secara geografis terletak dekat Gunung Merapi (dari Banyubiru terlihat biru) serta Bukit Gununggono Banyubiru.
SD Negeri Banyubiru 1 membekali peserta didik menjadi masyarakat yang sadar bencana menuju Magelang Tangguh Bencana.

9. Kitab (sumber ilmu)
 Melambangkan SD Negeri Banyubiru 1membekali peserta didik dengan ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan/teknologi untuk mencapai kesuksesan dunia akhirat.
Sabda Umar Bin Khatab RA: “ Man aroda dunya fa’alaihi bi’ilmi, wa man arodal akhirota fa’alaihi bi’ilmi, waman arodahuma fa’alaihi bi’ilmi”.


PENGUMUMAN KELULUSAN UJIAN SEKOLAH 2015

PENGUMUMAN KELULUSAN UJIAN SEKOLAH/MADRASAH TAHUN PELAJARAN 2014/2015



Selamat, untuk anak-anak yang telah selesai mengikuti Ujian Sekolah/Madrasah! Daftar nilai individu secara resmi dapat dilihat di Surat Keterangan Hasil Ujian Sekolah (SKHUS). Karena Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah sampai saat ini (saat diposting pengumumuman ini) belum menerbitkan SKHUS, maka sekolah menerbitkan SKHUS Sementara yang pada saat diposting pengumumuman ini, SKHUS sementara masih dalam proses verifikasi untuk penandatanganan KUPT Disdikpora Kecamatan Dukun.
Nah, nilai ujian sekolah tertulis beserta peringkat siswa tingkat sekolah untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dapat dilihat di sini (format JPG)  atau  di sini (format PDF)

Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru

SD Negeri Banyubiru 1 membuka pendaftaran calon peserta didik baru/pindahan di tahun pelajaran 2015/2016, dengan mengacu pada: 
"PERATURAN BERSAMA ANTARA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN MENTERI AGAMA
NOMOR 04/VI/PB/2011 ;NOMOR MA/111/2011 TENTANG PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK/RAUDHATUL ATHFAL/BUSTANUL ATHFAL DAN EKOLAH/MADRASAH"
Pasal 2
Penerimaan peserta didik baru pada TK/RA/BA dan sekolah/madrasah bertujuan memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi warga negara usia sekolah agar memperoleh layanan pendidikan yang sebaik-baiknya.
Pasal 3
Penerimaan peserta didik baru pada TK/RA/BA dan sekolah/madrasah harus berasaskan:
a. obyektivitas, artinya penerimaan peserta didik baru, baik peserta didik baru maupun pindahan harus memenuhi ketentuan umum yang diatur di dalam Peraturan Bersama Menteri ini;
b. transparansi, artinya pelaksanaan penerimaan peserta didik baru bersifat terbuka dan dapat diketahui oleh masyarakat termasuk orang tua peserta didik baru, untuk menghindari segala penyimpangan yang mungkin terjadi;
c. akuntabilitas, artinya penerimaan peserta didik baru dapat
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, baik prosedur maupun hasilnya;
dan
d. tidak diskriminatif, artinya setiap warga negara yang berusia sekolah dapat mengikuti program pendidikan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tanpa membedakan suku, daerah asal, agama, golongan, dan status sosial (kemampuan finansial).
Pasal 5
(1) Persyaratan calon peserta didik baru kelas 1 (satu) pada SD/MI:
a. telah berusia 7 (tujuh) tahun sampai dengan 12 (dua belas) tahun wajib
diterima;
b. paling rendah berusia 6 (enam) tahun; dan
c. yang berusia kurang dari 6 (enam) tahun, dapat dipertimbangkan atas
rekomendasi tertulis dari psikolog professional.

Persyaratan khusus:
1. untuk peserta didik baru melampirkan:
  • foto kopi akte kelahiran/surat kenal lahir
  • ijazah TK/RA (jika ada)
  • pas foto 3x4 (3 lembar)

2. untuk siswa pindahan melampirkan:
  • surat pindah
  • buku rapot
  • foto kopi akte kelahiran/surat kenal lahir.
Pendaftaran dilayani mulai  tanggal 22 Juni 2015, pada jam kerja di kantor SD Negeri Banyubiru 1.

==========================
Panitia PPDB SDN Banyubiru 1

Tafsir Bebas Tembang Gundul Pacul

Gundul gundul pacul cul...
Lagu dolanan ini sering kita dengar ataupun kita nyanyikan, Semoga tidak hilang ditelan jaman.
Tembang Jawa ini konon diciptakan tahun 1400-an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yang dalam dan sangat mulia. Gundul adalah kepala plonthos tanpa rambut. Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang. Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala. Jadi gundul adalah kehormatan tanpa mahkota.
Pacul adalah cangkul, yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. Jadi pacul adalah lambang kawula rendah, kebanyakan petani. Gundul pacul artinya adalah bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya/orang banyak.
Orang Jawa mengatakan pacul adalah papat kang ucul (4 yang lepas). Kemuliaan seseorang tergantung 4 hal, yaitu bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya. 
1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat/masyarakat/orang banyak.
2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat kebaikan. 
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian/kebaikan.
4. Mulut digunakan untuk berkata adil/benar
.
Jika 4 hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.
Gembelengan artinya besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.
Gundul gundul pacul cul artinya jika orang yang kepalanya sudah kehilangan 4 indera itu sesuai fungsi di atas, mengakibatkan gembelengan (congkak/sombong). Nyunggi nyunggi wakul kul (=menjunjung amanah rakyat/orang banyak) (dengan) gembelengan/pethenthengan (sombong hati dan main-main), akhirnya wakul ngglimpang (=amanah jatuh tak bisa dipertahankan), segane dadi sak latar/ratan (=berantakan sia2, tak bermanfaat bagi kesejahteraan orang banyak.
Oleh karena itu, mari bekali generasi kita dengan budi pekerti luhur, di antaranya adalah shidiq/jujur, tawadhu'/andhap asor, amanah/bisa percaya dan dipercaya, zuhud/bersahaja, mujhid/bekerja keras, berani berkata benar, empati, kreatif, dan bertanggung jawab.
Semoga bermanfaat.....Aamiin!