WHAT’S HOT NOW

ads header

Business

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Featured Post

Pendaftaran Pesta Siaga

  Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk Pramuka yang memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, ta...

Cari Blog Ini

Unordered List

Life & style

Games

Sports

Beberapa Guru SDN Banyubiru 1 Lolos Seleksi Google Master Trainer

Pada tahun 2021 ini Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud (Ditjen GTK Kemdikbud) mengadakan seleksi “Google Master Trainer”. Program ini adalah kolaborasi antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan Google for Education dan REFO Indonesia.

Sekilas Tentang Program “Google Master Trainer”

Google Master Trainer adalah program pelatihan dan mentoring intensif online mengenai dasar-dasar keahlian penggunaan Google Workspace for Education (dulu dikenal dengan nama Google Suite for Education). Tujuan pelatihan ini agar peserta mampu:

  1. Bertumbuh secara profesional.
  2. Bekerja secara efisien dengan Google Workspace for Education.
  3. Mengajar dengan interaktif dengan Google Workspace for Education.
  4. Sukses mengintegrasikan Google Workspace for Education dalam pembelajaran jarak jauh.

Peserta yang berhak mendaftar dalam program ini adalah:

  1. Widyaiswara - Ditjen GTK, Ditjen Vokasi, & LPMP
  2. Duta Rumah Belajar dengan akun @belajar.id
  3. Sahabat Rumah Belajar terpilih dengan akun @belajar.id
  4. Guru 3T dengan akun @belajar.id
  5. Instruktur Guru 3T 
  6. Guru SD, SMP, SMA dengan akun @belajar.id yang sudah pernah berbagi di Guru Berbagi https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/
  7. Guru SD & SMP sekolah penerima Chromebook dengan akun @belajar.id 




Persyaratan untuk Mengikuti Program ini adalah:

  1. Lolos seleksi 
  2. Komitmen menyelesaikan semua program Bootcamp
  3. Komitmen mengerjakan semua tugas Bootcamp dengan minimal nilai 80 (Video meeting, try out teori, try out praktek dan ujian)
  4. Komitmen melatih minimal 100 guru.
  5. Komitmen untuk lulus ujian Google Certified Educator.

Hak Peserta Setelah Mengikuti Program ini:

  1. Memiliki akun belajar.id untuk mendaftar di program ini.
  2. Mendapat sertifikat internasional Google Certified Educator (setelah lulus ujian)
  3. Mendapat sertifikasi partisipasi program master trainer 32 jam.
  4. Mendapat sertifikat penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  5. Mendapat sertifikat kontribusi pelatihan guru 32 jam.
  6. Bimbingan Online & Simulasi Ujian Google Certified Educator.
  7. Voucher Ujian Google Certified Educators.

Durasi program:

Total 10 minggu, dengan 12 jam sesi tatap muka virtual (sinkronis). Peserta diharapkan menyelesaikan tugas-tugas dalam sesi tidak tatap muka (asinkronus).

Dari ribuan pendaftar seleksi Google Master Trainer, dua guru SDN Banyubiru 1 terpilih menjadi peserta. Keduanya adalah Bu Uun Wahyuni, Guru Kelas 5 sebagai peserta Google Master Trainer Level 1 Batch 5 dan Pak Sarindi, Guru Kelas 4, sebagai peserta Google Master Trainer Level 3 Batch 1.




Informasi lebih lengkap mengenai Program Google Master Trainer kolaborasi antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan Google for Education dan REFO dapat diakses melalui akun ditjen.gtk.kemdikbud dan REFO Indonesia.

Walau Masa Pandemi, Tetap Ukir Prestasi di Mapsi


Prestasi membanggakan tetap diraih SDN Banyubiru 1. Terbukti SDN Banyubiru 1 mendapat undangan untuk menyaksikan pengumuman dan penyerahan piala juara Lomba Mapsi 2020. Acara ini dilaksanakan di Ruang RA Kartini, Gedung Disdikbud Kabupaten Magelang, pada hari Senin, 7 Desember 2020.

Safra Hanadia, siswi kelas IV

Karena masih di masa pandemi Covid-19, maka Lomba Mapsi Tingkat Kabupaten Magelang tahun 2020 ini  dilaksanakan secara daring.  Safra Hanadia, siswa kelas IV SDN Banyubiru 1 maju mewakili Korwil Disdikbud Kecamatan Dukun untuk cabang seni tilawah putri. 

  

Penyerahan Piala oleh Pejabat Disdikbud Kab. Magelang



Perekaman berlangsung beberapa kali. Peserta, pelatih maupun kru tidak mengenal lelah untuk menghasilkan satu video terbaik. Karena sesuai ketentuan, maka pembacaan tilawah direkam dalam bentuk video tanpa bantuan pengeras suara, mikrofon maupun sound system. Video pun tidak boleh diedit atau ditambah apapun.

Pada tanggal 1 Desember 2020 video kemudian dikumpulkan ke panitia secara daring. Setiap peserta hanya diberi kesempatan mengirim satu video terbaiknya.

Alhamdulillah, berkat didikan penuh dari keluarga yang berlatar belakang qori', serta dukungan dari sekolah, Safra mendapat Juara 2. Semoga prestasi yang diraih bermanfaat dan tahun depan dapat ditingkatkan, serta menjadi motivasi dan inspirasi bagi kita semua. Walau di masa pandemi, kita tetap bisa berprestasi.

Birusatu Masuk Juara Pekan TIK


SDN Banyubiru 1 mendapat undangan untuk hadir pada acara Puncak Pekan TIK 2020. Acara dilaksanakan pada hari Sabtu 28 November 2020 di Ruang Ki Hajar Dewantara, Gedung Disdikbud Kabupaten Magelang. Dalam acara Puncak Pekan TIK 2020 ini, panitia mengundang 6 besar nominator dari tiap-tiap cabang lomba Pekan TIK 2020 untuk menyaksikan pengumuman dan penyerahan piagam pemenang dari tiap cabang lomba. Hadir pula sejumlah tamu kehormatan di antaranya Bapak Azis Amin Muhajidin, S.Pd., M.Pd. (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang) serta Bapak Broto Wibowo, S.Pd.,M.Pd (Kepala Bidang Pembinaan SD Kabupaten Magelang) dan para pejabat lainnya. 

Acara yang digagas Guru Penggerak Pendidikan Kabupaten Magelang dari Divisi IT Gen Gemilang ini, pendaftarannya dilaksanakan secara daring pada tanggal 02 November 2020 sampai dengan 12 November 2020. Respon  dan antusias yang tinggi dari warga Sekolah Dasar di Kabupaten Magelang dapat dilihat dari banyaknya peserta.  Menurut panitia, tercatat ada sekitar 2600–an peserta lomba. Pekan TIK Tahun 2020 ini diharapkan menjadi tonggak awal dan dapat memotivasi pendidikan di Kabupeten Magelang untuk terus berkarya, khususnya di bidang teknologi.

Pada Pekan TIK yang diikuti instansi Korwil Disdikbud Kecamatan, sekolah, siswa, guru, kepala sekolah dan PTK ini, SDN Banyubiru masuk nominasi pemenang untuk cabang Lomba desain logo “Penggerak Pendidikan”Dalam lomba yang diikuti 180-an peserta terdiri dari Kepala Sekolah Dasar, Guru, siswa dan PTK se-kabupaten Magelang ini, para peserta dituntut untuk menampilkan ide kreatifnya dalam membuat suatu logo, yang tidak mengandung unsur SARA, Pornografi dan Kekerasan. Selain itu logo adalah hasil karya original peserta, bukan plagiasi, serta belum pernah dipublikasikan dan diikutsertakan pada lomba manapun.

Dalam pelaksanaanya terjadi perubahan tema, yang awalnya lomba desain logo “Gen Gemilang”, berubah menjadi logo “Penggerak Pendidikan”. Logo yang dikirim harus mengandung unsur-unsur keteladanan, nasionalisme, inovasi, pemanfaatan teknologi dan optimisme masa depan gemilang.

Adapun kriteria penilaiannya adalah kesesuaian ide dengan tema, nilai motivasi dan inspirasi positif dalam logo, serta penyampaian pesan yang mudah diterima. Dalam pengumuman yang disampaikan, SDN Banyubiru 1 mendapat Juara Harapan 1 Lomba desain Logo, atas nama Sarindi, guru kelas V B.

Juara Lomba Desain Logo

 Selamat dan sukses untuk panitia penyelenggara dan semua pemenang Pekan TIK 2020. Walau di era pandemi kita semua tetap bisa berkarya dan berprestasi. Semoga Pekan TIK di tahun-tahun berikutnya lebih hebat dan luar biasa. Serta menjadi inspirasi agar kita dapat mengambil manfaat teknologi untuk kehidupan sehari-hari.


Foto bersama panitia


Pengumuman lengkap: ACARA PUNCAK PEKAN TIK DISDIKBUD KAB. MAGELANG 2020

Marhaban, Ya Ramadhan


Di masa pandemi ini, bulan Ramadhan datang menghampiri, mari kita sambut dengan suka cita di hati.
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, 'Rasulullah SAW memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda:

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah SWT mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan dibelenggu; juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka ia tidak memperoleh apa-apa.” (HR Ahmad dan Nasai).

Berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjurkan di bulan Ramadhan:

1. PuasaAllah SWT memerintahkan berpuasa di bulan Ramadhan sebagai salah satu rukun Islam. 

Firman Allah SWT:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 183).

Rasulullah SAW bersabda:
“Islam didirikan di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak Ilah yang berhak disembah selain Allah SWT dan Muhammad SAW adalah rasul Allah SWT, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan pergi ke Baitul Haram.” (Muttafaqun alaih).

Puasa di bulan Ramadhan merupakan penghapus dosa-dosa yang terdahulu apabila dilaksanakan dengan ikhlas berdasarkan iman dan hanya mengharapkan pahala dari Allah SWT, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya telah lalu.” (Muttafaqun alaih).

2. Membaca Alquran
Membaca Alquran sangat dianjurkan bagi setiap Muslim di setiap waktu dan kesempatan. Rasulullah SAW bersabda:
“Bacalah Alquran, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi ahlinya (yaitu, orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya). (HR Muslim).

Dan membaca Alquran lebih dianjurkan lagi pada bulan Ramadhan, karena pada bulan itulah diturunkannya Alquran.

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). (QS al-Baqarah [2]: 185).

Rasulullah SAW selalu memperbanyak membaca Alquran di hari-hari Ramadhan, seperti diceritakan dalam hadis Aisyah RA, ia berkata: “Saya tidak pernah mengetahui Rasulullah SAW membaca Alquran semuanya, shalat sepanjang malam, dan puasa sebulan penuh, selain di bulan Ramadhan.” (HR Ahmad).

Dalam hadis Ibnu Abbas RA yang diriwayatkan al-Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah SAW melakukan tadarus Alquran bersama Jibril AS di setiap bulan Ramadhan. 

3. Mendirikan shalat Tarawih berjamaah
“Sesungguhnya Rasulullah SAW keluar pada waktu tengah malam, lalu beliau shalat di masjid, dan shalatlah beberapa orang bersama beliau. Di pagi hari, orang-orang memperbincangkannya. Ketika Nabi SWT mengerjakan shalat (di malam kedua), banyaklah orang yang shalat di belakang beliau. Di pagi hari berikutnya, orang-orang kembali memperbincangkannya.

Di malam yang ketiga, jumlah jamaah yang di dalam masjid bertambah banyak, lalu Rasulullah SAW keluar dan melaksanakan shalatnya. Pada malam keempat, masjid tidak mampu lagi menampung jamaah, sehingga Rasulullah SAW hanya keluar untuk melaksanakan shalat Subuh.

Tatkala selesai shalat Subuh, beliau menghadap kepada jamaah kaum Muslimin, kemudian membaca syahadat dan bersabda, “Sesungguhnya kedudukan kalian tidaklah sama bagiku, aku merasa khawatir ibadah ini diwajibkan kepada kalian, lalu kalian tidak sanggup melaksanakannya.” Rasulullah SAW wafat dan kondisinya tetap seperti ini. (HR al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA).

Kemudian, pada zaman Khalifah Umar bin Khattab RA, shalat Tarawih kembali dilakukan secara berjamaah di Masjid. Dan hal itu disepakati oleh semua sahabat Rasulullah SAW pada masa itu. Wallahu A'lam.

4. Menghidupkan malam-malam Lailatul Qadar
Lailatul qadar adalah malam kemuliaan yang lebih baik dari pada seribu bulan. Menurut pendapat paling kuat, malam kemuliaan itu terjadi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, terlebih lagi pada malam-malam ganjil, yaitu malam 21, 23, 25, 27, dan 29.

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS al-Qadar [97]: 3).

Malam itu adalah pelebur dosa-dosa di masa lalu, Rasulullah SAW bersabda: “Dan barangsiapa yang beribadah pada malam Lailatul qadar semata-mata karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR Bukhari).

Yang dimaksud dengan menghidupkan lailatul qadar adalah dengan memperbanyak shalat malam, membaca Alquran, zikir, berdoa, membaca shalawat, tasbih, istighfar, i’tikaf, dan lainnya. Aisyah RA berkata, ‘Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan lailatul qadar, maka apa yang aku ucapkan? Beliau menjawab, ‘Bacalah: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Yang suka mengampuni, ampunilah aku.”

5. Memperbanyak sedekah
Rasulullah SAW adalah orang yang paling pemurah, dan Rasul SAW lebih pemurah lagi di bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan riwayat Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah SAW adalah manusia yang paling pemurah, dan beliau lebih pemurah lagi di bulan saat Jibril AS menemui beliau, …” (HR Bukhari).

6. Melaksanakan ibadah umrah
Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa nilai pahalanya sama dengan melaksanakan ibadah haji. “Umrah di bulan Ramadhan sama dengan ibadah haji.”

7. Memperbanyak Itikaf
Itikaf dalam bahasa adalah berdiam diri atau menahan diri pada suatu tempat, tanpa memisahkan diri. Sedang dalam istilah syar’i, itikaf berarti berdiam di Masjid untuk beribadah kepada Allah SWT dengan cara tertentu, sebagaimana telah diatur oleh syariat.

Itikaf merupakan salah satu perbuatan yang dikerjakan Rasulullah SAW, seperti yang diceritakan oleh Aisyah RA: “Sesungguhnya Nabi SAW selalu i’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan sampai meninggal dunia, kemudian istri-istri beliau beri’tikaf sesudah beliau.” (Muttafaqun alaih).

Demikianlah beberapa ibadah penting yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan Ramadhan dan telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Tentunya kita tetap wajib memperhatikan dan mentaati protokol kesehatan di tengah wabah Covid-19 ini, sesuai himbauan dari pemerintah dan MUI.
Semoga kita termasuk di antara orang-orang yang mendapat taufik dari Allah SWT untuk mengamalkannya, dan mendapatkan kebaikan serta keberkahan bulan Ramadhan 1441 H ini.

sumber: Republika

Pendampingan PKP di SDN Banyubiru 1

Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP), merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaaan Republik Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa melalui pembinaan guru dalam merencanakan, melaksanakan, sampai dengan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). Program ini merupakan bagian dari program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Program ini dilaksanakan secara berjenjang mulai dari Pembekalan Narasumber Nasional, Pembekalan Instruktur Nasional, Pembekalan Guru Inti dan selanjutnya Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. 
Program PKP bagi Guru Kelas SD di wilayah Jawa Tengah pada tahun 2019 ini menggunakan anggaran bantuan pemerintah melalui Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika Yogyakarta. SD Negeri Banyubiru 1 berkesempatan mendapatkan manfaat program PKP ini dengan diikutsertakannya beberapa guru dalam program ini. Seorang guru (Bapak Sarindi) mendapat kesempatan mengikuti Diklat Pembekalan Guru Inti di P4TK Matematika Yogyakarta pada tanggal 1-9 September 2019. Target kompetensi yang ingin dicapai dari pembekalan ini adalah Guru Inti memahami dan menganalisis strategi memfasilitasi peserta pelatihan Program PKB melalui PKP Berbasis Zonasi sehingga membantu tercapainya kompetensi peserta dalam mengembangkan desain pembelajaran dan penilaian berorientasi Higher Order Thinking Skills/HOTS yang terintegrasi 5 (lima) unsur utama Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan literasi dalam rangka mencapai Kecakapan Abad 21. Adapun dua orang guru (Bu Uun dan Bu Nining) mendapat kesempatan mengikuti Diklat PKP zona SMAN Dukun, mulai tanggal 16 Oktober sampai dengan 17 November 2019 dengan pola in-on-in. Salah satu materi dalam kegiatannya adalah mereviu bahan pembelajaran dari Unit Materi Pembelajaran dan mengembangkan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berorientasi HOTS. Kemudian peserta melakukan Real Teaching Pembelajaran HOTS berdasarkan RPP yang telah disusun. 

Pada Kegiatan on 2, SDN Banyubiru 1 mendapat kunjungan dalam rangka pendampingan PKP dari Bu Dr. Supinah, widyaiswara P4TK Matematika pada hari Rabu, 6 November 2019. Sebagai guru model, Bu Nining melakukan praktek pembelajaran dengan diobservasi langsung oleh Bu Dr. Supinah didampingi Pengawas Sekolah, Penanggung Jawab Pusat Belajar dan Guru Inti. Kegiatan berjalan lancar walaupun harus menggunakan ruang kelas lain karena berbarengan dengan kegiatan pengecatan gedung. Kesan yang disampaikan oleh Bu Dr. Supinah adalah, pembelajaran sudah bagus dan sesuai dengan tujuan PKP, yaitu pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi dengan mengintegrasikan GLN, PPK dan 4C.

Game X-Sat, Sebuah Game Perkalian Sederhana


Kita tak dapat membendung laju teknologi informasi, salah satunya perkembangan gawai. Dengan banyaknya merek HP dengan berbagai keunggulan fiturnya, menjadikan perangkat ini semakin kompetitif dalam teknologi maupun harganya. Dampak yang kita rasakan adalah harganya semakin terjangkau sehingga memungkinkan semua orang memilikinya, termasuk anak dan siswa kita.
Muncul persoalan baru, seperti ucapan: Anak kok  main HP terus, kapan belajarnya?
Apalagi banyaknya game yang dapat dipasang di HP, semakin membuat anak lupa pada kewajibannya.

Fenomena ini tak harus membuat kita membuang HP mereka ke kolam, meremukkannya  ataupunmenghentikan total penggunan HP pada mereka. Janganlah kita hanya memandang produk teknologi informasi hanyasebagai ancaman, pembuat kebodohan, kemalasan, merusak kesehatan mata atau mengakibatkan kejang-kejang pada anak, tetapi kita cari peluang yang menguntungkan. Game yang ada di gawai itu sebenarnya tidak semata-mata merugikan. Apabila kita mau fokus melihat sisi positifnya, orangtua atau guru bisa mengambil manfaat dari game (tentu saja waktu penggunaannya tetap harus dibatasi/dibagi-bagi dengan waktu untuk bersosialisasi dengan teman, membantu orang tua, mengaji/memperdalam ilmu agama, dll).

Kita juga dapat mengambil sisi positif dari massifnya penggunaan HP, misalnya menggunakan grup media sosial untuk diskusi tentang tugas dan pembelajaran ataupun mengalihkan waktu mereka dari nge-game yang banyak menyita waktu menjadi nge-game yang mengarah ke pembelajaran.

Kita sebagai orang tua ataupun guru harus mampu mengarahkan anak atau siswa kita, bukan hanya mengomeli dan melihat sisi buruk dari games atau produk teknologi. Jika mereka suka nge-game, maka kita dapat mengarahkan mereka untuk bermain game yang bermanfaat, misalnya tentang gameyang mengarah ke pembelajaran, baik yang sudah tersedia di penyedia gamemaupun kita dapat membuat sendiri.

Dengan berbekal power point ataupun aplikasi lain, kita dapat membuat game sederhana sesuai kemampuan kita. Tentunya dengan banyak mencoba, trial & error. Setelah game kita  jadi maka dapat kita rubah formatnya menjadi APK. Biasanya game dapat ditanam di HP android jika sudah berbentuk APK. Berikut ada contoh game sederhana buatan kami yang dapat dipasang di HP android. Game  ini kami beri nama X- Sat (=KaliSat, akronim dari Perkalian Satuan) sebuah edugame perkalian sederhana, berbasis android, 100% free tanpa iklan, tinggal unduh & pasang.




Kekurangan tentu masih banyak, karena masih dalam tahap belajar. Kritik dan saran dapat disampaikan ke Sarindi di SDN Banyubiru 1.
Prinsip kami, walaupun sederhana minimal kita kurangi dampak negatif teknologi dengan cara memanfaatkan teknologi, bukan dengan melawan teknologi karena kita tak mungkin melawan lajunya arus teknologi.

Silahkan dimanfaatkan dengan bijak.
Unduh lewat drive: Game X-Sat

Terapkan Bahasa Jawa Krama, sebagai Bentuk Takdhim kepada Orang Tua

Bahasa Jawa merupakan bahasa yang digunakan sebagai bahasa pergaulan sehari-hari di kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Bahasa Jawa merupakan bahasa asli dan bahasa ibu yang menjadi bahasa pergaulan sehari-hari masyarakat Jawa sejak dulu kala. Bahasa Jawa juga merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan dan dijaga karena jika tidak, maka bahasa Jawa dapat terkikis dan semakin hilang dari Pulau Jawa. 
"Menggunakan Bahasa Jawa Krama kepada orang yang lebih tua merupakan suatu bentuk takdhim (rasa hormat) kepada orang yang lebih tua. Terutama kepada orang tua yang telah melahirkan dan merawat kita. Dengan berbakti kepada orang tua (salah satunya dengan cara berbahasa yang sopan) maka dapat menunjang kita menjadi anak yang sholeh/sholihah," pesan Pak Wiratno, Guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti kepada peserta upacara. 
Upacara bendera di hari Senin ini (03/09/2018) berbeda dengan upacara yang lain. Pada hari ini Pak Wiratno menyampaikan kata pamitan karena memasuki purna tugas pertanggal 1 September 2018. Walaupun sudah memasuki masa pensiun, tetapi beliau masih menyanggupi permintaan dari sekolah agar tetap mengampu mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti di SDN Banyubiru 1. 
Upacara yang diikuti siswa TK Pertiwi dan SDN Banyubiru 1 ini berjalan tertib dan khidmat sampai selesai. Setelah serah terima cendera mata dari siswa SDN Banyubiru 1 dan TK Pertiwi Banyubiru, Pak Wiratno berpesan agar semua siswa menjadi anak yang sholeh/sholehah, berbakti kepada orang tua dan bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama. Beliau juga memberikan doorprize kepada peserta upacara yang sudah dapat membiasakan diri berbahasa Jawa krama kepada orang tuanya. Dari TK Pertiwi diwakili oleh Faqih kelas B, sedangkan dari SDN Banyubiru 1 diwakili oleh Faza, kelas 1 A. 
"Harapan kita semua, dengan berbahasa Jawa Krama yang baik, selain kita dapat turut serta melestarikan bahasa Jawa juga mendapat pahala karena dapat berbicara yang baik dan sopan sesuai ajaran agama kita,"demikian pesan beliau di akhir sambutannya.

Mengatasi Ngantuk Saat Puasa



Bulan Ramadhan hampir meninggalkan kita. Tetapi umat muslim masih bersemangat beribadah. Terbukti dengan ramainya masjid dan musolla saat malam hari untuk melaksanakan ibadah solat terawih. 
Yang biasanya tengah malam kebanyakan orang tidur lelap, tapi karena bulan Ramadhan orang dipaksa untuk bangun guna makan sahur. Karena perubahan pola aktifitas dan konsumsi makanan maka saat siang hari tubuh terasa lemas dan ngantuk.

Penyebab ngantuk saat berpuasa terjadi akibat menurunnya kadar gula darah ke otak, sehingga mempengaruhi kinerja otak, Membuat otak sulit berkonsentrasi. Saat energi sudah menipis, maka hati akan mengeluarkan glikogen yang disimpan untuk memberi energi bagi tubuh agar bisa tetap beraktifitas. Apabila cadangan energi tidak cukup maka tubuh akan lemas dan terjadi penurunan kadar gula darah, kondisi inilah yang membuat orang berpuasa selalumerasa ngantuk.. Rasa ngantuk disiang hari juga bisa disebabkan karena kekurangan asupan makanan yang mengandung zat besi.

Agar aktifitas dipagi hari saat bulan ramadhan tidak terganggu maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat sahur..
a. Penuhi kebutuhan zat besi dengan mengkonsumsi sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, daun katu, dll.
b. Usahakan mengkonsumsi buah dan sayuran yang kaya vitamin c agar penyerapan zat besi oleh tubuh bisa optimal. Vitamin C bisa didapat dari buah jeruk, pepaya, nanas, mangga, dll.
c. Perbanyak minum air putih sedikitnya delapan gelas selama setelah berbuka hingga sahur untuk mencegah tubuh kekurangan cairan (dehidrasi).
d. Makan makanan yang mengandung karbohidrat komplek semisal beras merah, ubi dll. Sebab karbohidrat komplek lebih lambat diproses oleh tubuh menjad glukosa, membuat tubuh bisa menyimpan energi lebih lama.

Semoga bermanfaat..



sumber