WHAT’S HOT NOW

ads header

Business

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Featured Post

Pendaftaran Pesta Siaga

  Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk Pramuka yang memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, ta...

Cari Blog Ini

Unordered List

Life & style

Games

Sports

Beberapa Kebijakan Kelonggaran dalam PPDB SMP

Beberapa Hal Terkait PPDB SMP ( 4-6 Juni 2020)

1. Akses pendaftaran mulai dibuka pada hari Kamis, 4 Juni 2020 pukul 00:01

2. Dalam seleksi SMP Negeri tidak mengenal prioritas jam mendaftar, jadi jika mendaftar SMP Negeri tidak harus tepat ketika sistem dibuka.

3. Dalam seleksi SMP Swasta menggunakan urutan waktu pendaftaran, bila terjadi nilai sama maka yang mendaftar lebih awal prioritas diterima.

4. Ketika mendaftar SMP Negeri dapat menggunakan kombinasi jalur, yang tidak boleh di kombinasikan adalah jalur afirmasi, perpindahan orang tua dan disabilitas (ABK), jalur ini hanya dapat dikombinasikan dengan jalur swasta.

5. Ketika mendaftar sekolah negeri dapat mengkombinasikan jalur zonasi, prestasi dan swasta

6. Pilihan pendaftaran maksimal 3 dan minimal 1.

7. Tidak ada keharusan harus pilih SMP Negeri. Jika mantap di SMP Swasta cukup pilih SMP Swasta.

8. Bukti pendaftaran tidak perlu di cetak, tidak perlu di tanda tangan juga apalagi diberi materai Rp 6.000,00 , cukup screenshoot dan simpan di computer atau hp untuk selanjutnya di upload/ diunggah.

9. Bagi siswa yang tidak memiliki Akta kelahiran, silahkan cetak surat pernyataan siap melengkapi akta kelahiran, untuk selanjutnya di upload/diunggah pada bagian akta kelahiran.

10. Bagi siswa yang tinggal di pondok pesantren titik koordinat silahkan diubah di pondok pesantren untuk selanjutnya perlu pembuktian surat dari pondok pesantren yang menerangkan bahwa siswa tersebut merupakan santri di pesantren tersebut.

11. Pada jalur perpindahan tugas orang tua, dapat juga di gunakan oleh anak guru. Bagi anak guru pada sekolah yang bersangkutan mendapatkan prioritas silahkan kirimkan SK Pengangkatan ( bagi PNS) atau surat pengangkatan guru tidak tetap ( Bagi Non PNS) dan KK ke Tim PPDB Kabupaten.

12. Pada jalur perpindahan orang tua juga dapat di gunakan untuk siswa yang orang tuanya terkena PHK. Buktinya adalah surat PHK orang tua.

13. Bagi siswa jalur afirmasi jika siswa tidak dapat mengupload kartu keikutsertaan dalam program jaminan sosial dapat diganti dengan surat keterangan pencairan PIP yang dikeluarkan sekolah asal, atau daftar kolektif SK PIP, atau buku rekening PIP.

14. Usahakan menggunakan berkas asli lalu difoto berwarna, karena dalam juknis berkas yang dipersyaratkan adalah asli (namun mengingat kondisi saat ini, maka kebijakan tiap sekolah bisa berbeda)

15. Pada jalur prestasi piagam yang diupload adalah scan/foto piagam asli dan hanya 1 piagam yang nilainya paling tinggi (meskipun mempunyai banyak piagam lomba pada cabang yang berbeda-beda)

16. Pada jalur disabilitas wajib mengunggah dokumen surat keterangan disabilitas yang dikeluarkan oleh rumah sakit, psikolog professional atau kepala sekolah asal.

Tampilan PPDB Kab. Magelang

17. Bagi siswa SD luar Kabupaten Magelang silahkan menghubungi Panitia sekolah tujuan (SMP) untuk mendapatkan akun, dapat juga menghubungi Tim PPDB Kab Magelang dengan menyebutkan Nama, NISN atau NIK

18. Operator SD dan MI memastikan siswa yang akan mendaftar sudah benar titik koordinat rumahnya.

19. Kepala Sekolah, operator, guru SD/MI telah membantu mensosialisasikan cara mendaftar PPDB kepada orang tua atau siswa SD/MI

20. Ortu/siswa dapat mendaftar secara mandiri, maupun meminta kepada Kepala Sekolah, operator, guru SD/MI untuk membantu mendaftarkan siswa ke SMP.

21. Sistem PPDB ini hanya digunakan untuk pendaftaran PPDB di wilayah Kabupaten Magelang, baik SMP negeri maupun swasta.

22. Untuk melakukan pendaftaran kita harus login sebagai siswa/ortu, menggunakan username dengan format: nisn@ppdb.go.id serta password 8 digit tanggal lahir siswa (ddmmyyyyy), silahkan klik: PPDB SMP Kab. Magelang 


Marhaban, Ya Ramadhan


Di masa pandemi ini, bulan Ramadhan datang menghampiri, mari kita sambut dengan suka cita di hati.
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, 'Rasulullah SAW memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda:

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah SWT mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan dibelenggu; juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka ia tidak memperoleh apa-apa.” (HR Ahmad dan Nasai).

Berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjurkan di bulan Ramadhan:

1. PuasaAllah SWT memerintahkan berpuasa di bulan Ramadhan sebagai salah satu rukun Islam. 

Firman Allah SWT:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 183).

Rasulullah SAW bersabda:
“Islam didirikan di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak Ilah yang berhak disembah selain Allah SWT dan Muhammad SAW adalah rasul Allah SWT, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan pergi ke Baitul Haram.” (Muttafaqun alaih).

Puasa di bulan Ramadhan merupakan penghapus dosa-dosa yang terdahulu apabila dilaksanakan dengan ikhlas berdasarkan iman dan hanya mengharapkan pahala dari Allah SWT, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya telah lalu.” (Muttafaqun alaih).

2. Membaca Alquran
Membaca Alquran sangat dianjurkan bagi setiap Muslim di setiap waktu dan kesempatan. Rasulullah SAW bersabda:
“Bacalah Alquran, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi ahlinya (yaitu, orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya). (HR Muslim).

Dan membaca Alquran lebih dianjurkan lagi pada bulan Ramadhan, karena pada bulan itulah diturunkannya Alquran.

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). (QS al-Baqarah [2]: 185).

Rasulullah SAW selalu memperbanyak membaca Alquran di hari-hari Ramadhan, seperti diceritakan dalam hadis Aisyah RA, ia berkata: “Saya tidak pernah mengetahui Rasulullah SAW membaca Alquran semuanya, shalat sepanjang malam, dan puasa sebulan penuh, selain di bulan Ramadhan.” (HR Ahmad).

Dalam hadis Ibnu Abbas RA yang diriwayatkan al-Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah SAW melakukan tadarus Alquran bersama Jibril AS di setiap bulan Ramadhan. 

3. Mendirikan shalat Tarawih berjamaah
“Sesungguhnya Rasulullah SAW keluar pada waktu tengah malam, lalu beliau shalat di masjid, dan shalatlah beberapa orang bersama beliau. Di pagi hari, orang-orang memperbincangkannya. Ketika Nabi SWT mengerjakan shalat (di malam kedua), banyaklah orang yang shalat di belakang beliau. Di pagi hari berikutnya, orang-orang kembali memperbincangkannya.

Di malam yang ketiga, jumlah jamaah yang di dalam masjid bertambah banyak, lalu Rasulullah SAW keluar dan melaksanakan shalatnya. Pada malam keempat, masjid tidak mampu lagi menampung jamaah, sehingga Rasulullah SAW hanya keluar untuk melaksanakan shalat Subuh.

Tatkala selesai shalat Subuh, beliau menghadap kepada jamaah kaum Muslimin, kemudian membaca syahadat dan bersabda, “Sesungguhnya kedudukan kalian tidaklah sama bagiku, aku merasa khawatir ibadah ini diwajibkan kepada kalian, lalu kalian tidak sanggup melaksanakannya.” Rasulullah SAW wafat dan kondisinya tetap seperti ini. (HR al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA).

Kemudian, pada zaman Khalifah Umar bin Khattab RA, shalat Tarawih kembali dilakukan secara berjamaah di Masjid. Dan hal itu disepakati oleh semua sahabat Rasulullah SAW pada masa itu. Wallahu A'lam.

4. Menghidupkan malam-malam Lailatul Qadar
Lailatul qadar adalah malam kemuliaan yang lebih baik dari pada seribu bulan. Menurut pendapat paling kuat, malam kemuliaan itu terjadi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, terlebih lagi pada malam-malam ganjil, yaitu malam 21, 23, 25, 27, dan 29.

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS al-Qadar [97]: 3).

Malam itu adalah pelebur dosa-dosa di masa lalu, Rasulullah SAW bersabda: “Dan barangsiapa yang beribadah pada malam Lailatul qadar semata-mata karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR Bukhari).

Yang dimaksud dengan menghidupkan lailatul qadar adalah dengan memperbanyak shalat malam, membaca Alquran, zikir, berdoa, membaca shalawat, tasbih, istighfar, i’tikaf, dan lainnya. Aisyah RA berkata, ‘Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan lailatul qadar, maka apa yang aku ucapkan? Beliau menjawab, ‘Bacalah: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Yang suka mengampuni, ampunilah aku.”

5. Memperbanyak sedekah
Rasulullah SAW adalah orang yang paling pemurah, dan Rasul SAW lebih pemurah lagi di bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan riwayat Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah SAW adalah manusia yang paling pemurah, dan beliau lebih pemurah lagi di bulan saat Jibril AS menemui beliau, …” (HR Bukhari).

6. Melaksanakan ibadah umrah
Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa nilai pahalanya sama dengan melaksanakan ibadah haji. “Umrah di bulan Ramadhan sama dengan ibadah haji.”

7. Memperbanyak Itikaf
Itikaf dalam bahasa adalah berdiam diri atau menahan diri pada suatu tempat, tanpa memisahkan diri. Sedang dalam istilah syar’i, itikaf berarti berdiam di Masjid untuk beribadah kepada Allah SWT dengan cara tertentu, sebagaimana telah diatur oleh syariat.

Itikaf merupakan salah satu perbuatan yang dikerjakan Rasulullah SAW, seperti yang diceritakan oleh Aisyah RA: “Sesungguhnya Nabi SAW selalu i’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan sampai meninggal dunia, kemudian istri-istri beliau beri’tikaf sesudah beliau.” (Muttafaqun alaih).

Demikianlah beberapa ibadah penting yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan Ramadhan dan telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Tentunya kita tetap wajib memperhatikan dan mentaati protokol kesehatan di tengah wabah Covid-19 ini, sesuai himbauan dari pemerintah dan MUI.
Semoga kita termasuk di antara orang-orang yang mendapat taufik dari Allah SWT untuk mengamalkannya, dan mendapatkan kebaikan serta keberkahan bulan Ramadhan 1441 H ini.

sumber: Republika

APA 800 000 GURU MAU DIAM SAJA? KEBIJAKAN MENTERI YANG MENYUSAHKAN GURU BERTENTANGAN DENGAN UNDANG UNDANG GURU DAN DOSEN

JAKARTA - Kebijakan baru Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mewajibkab guru meneliti dan menulis karya ilmiah sebagai bagian kenaikan pangkat atau golongan karir guru, diprotes Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistiyo.

"Saya merasa prihatin. Pasti akan semakin banyak guru stress. Jadi, kebijakan itu harus dikoreksi, diluruskan, dan diperbaiki," ucap Sulistyo di Jakarta, kemarin.
Dia mengatakan, jika kebijakan itu benar diberlakukan, maka lebih dari 800 ribu orang guru dan pengawas tidak dapat naik pangkat karena kewajiban itu. PGRI sangat mendukung upaya peningkatan profesionalitas guru.
Menurutnya, menjadikan penelitian dan menulis karya ilmiah sebagai bahan untuk naik pangkat dan sebagai pemberian tunjangan profesi guru sangat tidak relevan.
"Sungguh kebijakan yang keliru, menyengsarakan guru, dan dapat berdampak pada gagalnya pelaksanaan tugas utama guru," ujar dia. Selain itu, Sulistyo menuturkan, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Hal itu diperjelas dalam Undang-Undang (UU) Guru dan Dosen Nomer 14 Tahun 2015 dalam pasal 1 ayat (1). Jadi, guru berbeda dengan dosen. Meskipun sama-sama termasuk tenaga pendidik.
"Peran sebagai seorang guru bukan peneliti dan bukan juga ilmuwan. Kalau pun guru harus juga melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah, maka kegiatan itu tidak boleh menjadi kewajiban yang menghambat nasib guru jika dia sudah melaksanakan tugas pokoknya dengan baik," paparnya.
Kegiatan publikasi ilmiah baik meneliti dan menulis karya ilmiah beserta varian lainnya, seharusnya hanya dijadikan sebagai pendukung untuk meningkatkan mutu profesionalitasnya.
Berbeda dengan dosen yang merupakan pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Hal itu sesuai dengan UU Guru dan Dosen No 14 / 2005 dalam Pasal 1 Ayat (2). "Nah, itu jelas. Bahwa dosen adalah ilmuwan yang harus meneliti. Kalau dia tidak meneliti tidak boleh naik pangkat," jelasnya.
Sebab seorang dosen disiapkan untuk bisa meneliti dan menulis karya ilmiah, yang dibiayai. Ketika naik pangkat pun memperoleh kenaikan tunjangan fungsional yang cukup besar. Sementara guru tidak ada.
Sebelumnya, Perwakilan Pusat Pengembangan Program Profesi Pendidik Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Pusbangprodik Ditjen GTK Kemendikbud, Hari Amirullah menyatakan, penulisan karya ilmiah merupakan syarat wajib bagi guru dalam jabatan profesi. Hal tersebut sesuai dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PerMenPAN-RB) No. 16 / 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
"Penulisan karya ilmiah merupakan syarat wajib dari unsur dan sub unsur kegiatan guru yang dinilai angka kreditnya. Dimana dalam penulisan karya ilmiah bagian dari kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan profesi guru pada jenis publikasi ilmiah," tegas dia. (sic/jpnn)

sumber: PB PGRI

Tafsir Bebas Tembang Gundul Pacul

Gundul gundul pacul cul...
Lagu dolanan ini sering kita dengar ataupun kita nyanyikan, Semoga tidak hilang ditelan jaman.
Tembang Jawa ini konon diciptakan tahun 1400-an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yang dalam dan sangat mulia. Gundul adalah kepala plonthos tanpa rambut. Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang. Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala. Jadi gundul adalah kehormatan tanpa mahkota.
Pacul adalah cangkul, yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. Jadi pacul adalah lambang kawula rendah, kebanyakan petani. Gundul pacul artinya adalah bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya/orang banyak.
Orang Jawa mengatakan pacul adalah papat kang ucul (4 yang lepas). Kemuliaan seseorang tergantung 4 hal, yaitu bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya. 
1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat/masyarakat/orang banyak.
2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat kebaikan. 
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian/kebaikan.
4. Mulut digunakan untuk berkata adil/benar
.
Jika 4 hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.
Gembelengan artinya besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.
Gundul gundul pacul cul artinya jika orang yang kepalanya sudah kehilangan 4 indera itu sesuai fungsi di atas, mengakibatkan gembelengan (congkak/sombong). Nyunggi nyunggi wakul kul (=menjunjung amanah rakyat/orang banyak) (dengan) gembelengan/pethenthengan (sombong hati dan main-main), akhirnya wakul ngglimpang (=amanah jatuh tak bisa dipertahankan), segane dadi sak latar/ratan (=berantakan sia2, tak bermanfaat bagi kesejahteraan orang banyak.
Oleh karena itu, mari bekali generasi kita dengan budi pekerti luhur, di antaranya adalah shidiq/jujur, tawadhu'/andhap asor, amanah/bisa percaya dan dipercaya, zuhud/bersahaja, mujhid/bekerja keras, berani berkata benar, empati, kreatif, dan bertanggung jawab.
Semoga bermanfaat.....Aamiin!

Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulum baru yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi.
Kurikulum ini menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang diterapkan sejak 2006 lalu. Dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau jenjang pendidikan.
Mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik dipilih sesuai dengan pilihan mereka.Kedua kelompok mata pelajaran tersebut (wajib dan pilihan) terutama dikembangkan dalam struktur kurikulum pendidikan menengah (SMA dan SMK) sementara itu mengingat usia dan perkembangan psikologis peserta didik usia 7 – 15 tahun maka mata pelajaran pilihan belum diberikan untuk peserta didik SD dan SMP.

Mengapa industri Jepang membanjiri pasar dunia?



Jepang sebuah Negara di kawasan timur asia yang tidak memiliki sumber daya alam dan terkena gempa bumi setiap tahunnya tetapi tidak mencegahnya menjadi kekuatan perekonomian terbesar kedua dunia.
Bahkan bom atom Nagasaki/Hiroshima 'hanya' menghentikan laju negara itu dalam sepuluh tahun, sebelum kemudian bangkit kembali. Mereka punya semboyan, “biarlah kita kalah hari ini, tapi suatu saat nanti kita akan menguasai dunia. “ Hal itu sudah terbukti, sekarang apakah ada jalan di muka bumi ini yang tidak dilalui kendaraan buatan Jepang?
Apa yang menyebabkan Jepang menjadi aksasa di Asia? Salah satu jawabannya adalah pendidikan karakternya berhasil.

Beberapa hal lain yang perlu kita ketahui mengenai Jepang (mungkin ada yang perlu diduplikasi), di antaranya:
  • Siswa membersihkan sekolah mereka setiap hari selama seperempat jam dengan para guru, yang menyebabkan munculnya generasi Jepang yang sederhana dan tertarik pada kebersihan.
  • Setiap warga negara Jepang yang memiliki anjing harus membawa tas dan tas khusus untuk mengambil kotoran anjing. Kebersihan dan keinginan mereka untuk mengatasi kebersihan adalah sebagian dari etika Jepang.
  • Pekerja kebersihan di Jepang disebut "insinyur kesehatan" dan mendapat gaji Rp 50 juta-80 juta/bulan. Pekerja ini sebelumnya melakukan test tertulis dan lisan.
  • Jepang mencegah penggunaan ponsel di kereta api, restoran dan ruangan indoor.
  • Siswa Jepang dari tahun pertama hingga tahun keenam diharuskan belajar etika dalam berurusan dengan orang-orang.
  • Jepang walaupun menjadi salah satu orang-orang terkaya di dunia, mereka tidak mempunyai pembantu. Orang tua bertanggung jawab untuk rumah dan anak-anak.
  • Tidak ada ujian dari tahun pertama sampai tahun ketiga sekolah. Karena tujuan pendidikan adalah untuk menanamkan konsep dan membangun karakter, bukan hanya ujian dan indoktrinasi.
  • Di restoran prasmanan di Jepang, orang-orang hanya makan sebanyak yang mereka butuhkan. Tidak ada makanan yang terbuang.
  • Tingkat keterlambatan kereta di Jepang sekitar 7 detik/tahun. Mereka sangat menghargai nilai waktu, sangat tepat waktu baik menit sampai detik.
  •  Siswa menggosok gigi dan membersihkan gigi setelah makan di sekolah, mereka menjaga kesehatan mereka sejak usia dini.
  •  Siswa mengambil waktu setengah jam tidak beraktivitas setelah menyelesaikan makanan mereka untuk memastikan pencernaan yang tepat. Ketika ditanya tentang kekhawatiran ini, mereka mengatakan "Siswa-siswa ini adalah masa depan Jepang."